Manfaat Teknologi Terhadap Peningkatan Kesehatan.
a. Meningkatkan Ilmu dan Fasilitas di Bidang Kedokteran.
Untuk perkembangan ilmu kedokteran, sarana dan prasarana yang diperlukan adalah ilmu dasar (kimia, biologi dan fisika), alat-alat elektronik maupun non elektronik serta tenaga peneliti yang profesional dalam bidangnya. Timbulnya biokimia, biofisika, kimia fisika, bakteriologi, histologi (ilmu jaringan), stimologi (ilmu sel), parasitologi yang sejalan dengan perkembangan alat-alat elektronik, seperti termometer, mikroskop elektron,sinar rontgen, sinar laser stetoskop, dan lainnya banyak membantu dalam pemecahan masalah di bidang kedokteran.
Pada permukaan abad ke 20 bagian ilmu bedah sangat populer, karena dapat memecahkan banyak masalah penyakit melalui pembedahan. Hal ini karena dukungan dari dibuatnya alat-alat diagnosa, seperti mesin sinar X yang memungkinkan orang melihat keadaan di dalam tubuh manusia, elektrokardiograp, yang dapat mendiagnosis ketidakteraturan kerja dari hati, elektrik encepkalegrap yang dapat mencatat gerakan atau alur dari otak, basal metabolisme yang dapat mengukur kecepatan pembakaran makanan dan lemak di dalam tubuh.
Fasilitas peralatan yang makin maju dapat meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat, antara lain :
1. Pencangkokan jantung
2. Pencucian darah
3. Penggantian kornea mata
4. Pemasangan alat pacu jantung.
5. Penggunaan alat elektronik bagi penderita gangguan pendengaran.
6. Pelayanan dengan bayi tabung.
7. Pelayanan kontrasepsi.
b. Meningkatkan Teknologi Obat-Obatan.
Kemajuan teknologi di bidang kedokteran sejalan dengan kemajuan teknologi di bidang obat-obatan karena kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. Masalah pengobatan sebenarnya telah dikenal masyarakat, jauh sebelum adanya perkembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi hanya sistemnya saja yang berbeda.
Dengan adanya teknologi material, orang dapat memisahkan suatu senyawa dari campurannya, dan dapat menyusun senyawa baru dari senyawa yang lain. Contohnya ditemukannya zat insulin pada tahun 1920 oleh Frederick Grand Banting, yang kemudian diperkuat oleh penemuan Charles Herbert (1921). Mereka memisahkan insulin dari kelenjar pankreas binatang lalu menggunakannya untuk pengobatan diabetes. Pengobatan dengan transfusi darah merupakan hasil penelitian seorang ahli patologi tahun 1910 yang menggolongkan darah manusia menjadi golongan A, B, AB dan O. Dari hasil penelitiannya labih lanjut ia menemukan faktor RH darah.
Teknologi obat-obatan dipelopori oleh Dr. Morris Fishbein. Sekitar tahun 1910 antara lain ditemukan eter sebagai anestetika, juga zat-zat lain seperti morphine, digitalis, vaksin diptherian, besi, quinne, iodin, alkohol, dan merkuri. Sekitar tahun 1945 antara lain ditemukan sulfat, penisilin, dan anti biotika yang lain, darah, plasma darah, dan derivat darah, quinacrine, dan obat anti malaria yang lain, eter dan anestetika yang lain, digitalis, arsphenomines (dan senyawa turunan), derivat arsenat sebagai obat sipilis, zat imunisasi insulin, ekstrak hati, hormon dan vitamin.
c. Dapat memberantas penyakit menular.
Menurut hasil penelitian, penyakit menular dapat disebabkan oleh bakteri, cacing, jamur dan virus. Dengan mikroskop elektron dapat diketahui perkembangbiakan suatu bakteri. Perkembangan IPA dan teknologi menyebabkan keberhasilan ilmu kedokteran dalam mengikuti tingkah laku dinamika gelombang epidemi, sehingga mampu mengadakan usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
Usaha pencegahan suatu penyakit, antara lain :
1) Diadakan teknologi pengolahan air untuk mendapat air bersih bagi masyarakat.
2) Menjaga kebersihan lingkungan pemukiman, misalnya mencegah adanya genangan air di lingkungan pemukiman, dengan teknologi pembuangan air yang memadai.
3) Melalui media hasil teknologi maju, diberikan penjelasan mengenai penyebab, akibat dan cara pencegahan dari penyakit menular untuk mempertinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan mengenai penyakit. Menular agar dapat terhindar dari penyakit tersebut.
Usaha pembatasan penyakit menular :
Dengan teknologi di bidang obat-obatan yang maju telah dapat dibuat obat untuk bermacam-macam penyakit menular, sehingga dengan cepat diberantas. Di samping itu adanya peralatan yang lengkap dimungkinkan untuk melokalisir penderita penyakit menular sehingga dapat mencegah terjadinya perluasan penderita.

0 komentar:
Posting Komentar